Mit einem Geschenk hinterlassen Sie Ihr persönliches Zeichen in Gedenken an Wendelinus Parera. Veredeln Sie jetzt für 2,99 Euro diese Gedenkseite durch ein Geschenk in Ihrem Namen.
von Ino am 08.06.2016 - 22:46 Uhr | melden
Hari terakhir itu terlukis dalam bingkai ingatanku sampai saat ini
Hari terakhir perjumpaanku dengannya saat saya melihat dia berjalan tertatih-tatih di samping gereja St. Antonius Rödelheim
Hari terakhir terkenang saat dia berdiri bersandar sepi sendiri di ruangan atas sebelah kanan Altar suci
Hari terakhir dia mengenakan baju ke meja bergaris putih
Hari terakhir masih terdengar letupan pertanyaan kritis apa itu iman yang sejati
Hari terakhir dia masih menyambut komuni Suci di Rödelheim
Hari terakhir dia sempat menaburkan senyum kasih...sampai bertemu lagi e Moang.....bae...bae...
Hari terakhir membuat ku ingat kembali hari - hari pertama, hari - hari saat MKIF bersama dalam nada - nada harmonisch Angklung dan nyanyian sunyi ...oh ke manakah arah perahu?
Hari - hari itu kini terkenang, terekam, seperti masih ada janji kapan kita main Anklung lagi.
Hari - hari itu tak terlupakan, saat dia membunyikan bambu - bambu kering berirama fantastis, berbeda-beda tapi harmonisch
Hari ini saya ingat akan hari - hari Seminar bersamanya yang kadang begitu kritis memancing nalar murni tapi dia butuh jiwa altruistis, kasih yang praktis dan iman yang konkret
Hari terakhir terasa ada kehilangan namun ...
Hari terakhir masih ada keyakinan bahwa cintanya, kebersamaannya, keramahannya, pendekatannya tak begitu gampang mati dari ingat an kami yang pernah mengenal Bapak Wendelinus Parera.
Hari terakhir tinggal tulisan kecil ini yang tak pernah terpikirkan selama ini.
Hari terakhir tinggal doa dan harapan akan kasih dan kerahiman Suci yang tak pernah mengenal hari terakhir.
Saya percaya hari terakhirmu di bumi saat bersama dengan kami adalah hari pertamamu bersama Sang CINTA dan PENCIPTA yang ABADI.
(P. Ino, oc)





